Gerakan Wanita Indonesia atau Gerwani dikenal sebagai organisasi yang sangat militan dalam melakukan pengorganisasian massa hingga ke tingkat akar rumput. Mereka menyadari bahwa kunci perubahan sosial terletak pada kesadaran kaum perempuan di wilayah pedesaan yang selama ini terpinggirkan. Strategi terjun langsung ke lapangan menjadi metode utama dalam Menjangkau Desa.
Para kader Gerwani tidak segan untuk tinggal bersama warga desa guna memahami persoalan hidup sehari-hari yang dihadapi kaum tani. Mereka membantu pekerjaan di sawah sambil menyelipkan pesan-pesan tentang hak-hak perempuan dan pentingnya pendidikan. Pendekatan persuasif ini terbukti sangat efektif bagi organisasi dalam upaya Menjangkau Desa secara masif.
Selain memberikan penyuluhan politik, Gerwani juga mendirikan banyak Balai Penitipan Anak dan Taman Kanak-Kanak di wilayah pelosok Nusantara. Fasilitas ini bertujuan agar para ibu bisa bekerja di ladang dengan tenang tanpa harus mengabaikan pengasuhan anak-anak mereka. Program sosial ini menjadi pintu masuk strategis untuk terus Menjangkau Desa.
Pemberantasan buta aksara menjadi agenda unggulan yang dibawa oleh para aktivis ini saat mengunjungi daerah-daerah terpencil di seluruh Indonesia. Dengan kemampuan membaca, kaum perempuan desa diharapkan mampu mengakses informasi dan tidak mudah dimanipulasi oleh kekuatan feodal lokal. Inisiatif edukasi ini merupakan bagian integral dari misi besar Menjangkau Desa.
Strategi “blusukan” ini juga mencakup advokasi terhadap kasus-kasus ketidakadilan distribusi tanah yang merugikan para buruh tani perempuan di pedalaman. Gerwani sering kali menjadi mediator antara warga desa dengan otoritas setempat untuk menuntut perbaikan upah dan kondisi kerja. Kehadiran mereka memberikan rasa aman bagi masyarakat saat proses Menjangkau Desa.
Dinamika di lapangan sering kali mempertemukan para kader dengan tradisi lokal yang masih sangat kental dengan budaya patriarki yang kuat. Namun, melalui dialog yang sabar dan berkelanjutan, mereka berhasil mengubah pola pikir masyarakat mengenai peran publik perempuan. Keberhasilan ini memperkuat basis dukungan organisasi di setiap titik dalam Menjangkau Desa.
Melalui pengorganisasian yang rapi, Gerwani berhasil membangun sel-sel organisasi di ribuan desa yang tersebar dari Sumatra hingga wilayah timur Indonesia. Setiap sel bertanggung jawab untuk menjalankan program kerja yang telah ditetapkan oleh pimpinan pusat sesuai kondisi daerah. Struktur yang solid inilah yang mempermudah langkah mereka untuk Menjangkau Desa.
